Jantung Bakau

Ia melabuhkan hidupnya pada laut. Bertahun-tahun ia menanam jantung kehidupan dalam tubuh bakau di bibir pantai itu. Bakau-bakau itu bergerumbul seperti payung di tengah ladang empang. Ia, pria dengan kumis melintang bak parang, adalah hati laut utara yang menerima keadaan dengan penuh sabar.

Tubuhnya dihantam ombak dan matanya, yang pedih sekilau pasir, menyala dalam kegelapan laut saat kita lebih dekat dengan sinyal-sinyal semesta, mengirim yang baik dan yang buruk dari desir maut.

Sekali waktu selagi ia memungut sampah-sampah di sepanjang pesisir itu, ia terjatuh lemah dan hutan bakau pun merunduk karena tahu yang mengakrabinya bersiap kembali ke tanah. Orang-orang mengabarkan: “Si Gila telah tiada!”

Empat tahun setelah itu, hutan bakau yang menyimpan jantungnya terlihat sendirian dan papa.

— September 20, 2010 at 1:07 pm
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s