IHT Magz on Global Agenda

MALAM tahun baru, karena alasan tertentu–mengurangi residu candu dari social media dan beranjak pelan-pelan menuju “tabungan cerita”-ku yang menumpuk– kolega saya memberi (atau meminjam?) hardcopy International Herald Tribune Magazine edisi akhir tahun. Isunya tentang peluang dan kemungkinan, tentu juga harapan, guna menyongsong tahun 2011 di bawah tajuk “Global Agenda.”

Macam-macam penulis, dengan ragam background, turut menyumbang beragam pemikiran. Dari politik hingga seni, dari ekologi hingga feminisme serta perdamaian (atau rekonsiliasi) bagi Israel-Palestina. Ada pula kartun di bagian dalam sampul belakang.

Saya bukan pembaca lahap bahasa Inggris, tapi menikmati interview antara Amos Oz, penulis Israel, dan Sari Nusseibeh, politisi dan akademisi Palestina. Keduanya menulis memoar tentang negaranya, keduanya berteman, dengan masa kecil yang berbeda pengalaman (jarak rumah mereka cuma 20 menit jalan kaki sewaktu mereka kecil). Tapi buntut segregasi teritorial, dimulai dari perang Arab-Isreal pada 1948 hingga Perang Enam Hari 1967, mereka–seperti halnya warga lain dari dua negara itu–terpisah jarak puluhan tahun permusuhan. Mereka mendiskusikan upaya-upaya mengurangi  kekerasan, di mana satu-sama-lain setuju bahwa “semuanya mungkin.”

Saya juga menikmati esai Haruki Murakami, novelis modern Jepang, (meski dengan susah-payah), yang mengulas pengungkapan, atau “menata ulang” pengertian akan dunia tempat kita sekarang tinggali di mana “chaostic”, kekusutan, bukanlah sesuatu yang terdapat di luar sana, melainkan ia hakiki sebagai realitas dan bagaimana cerita-ceritanya berkembang dari kenyataan tersebut.

Slavoj Zizek, filsuf politik kelahiran Slovenia, menulis esai tentang semesta ekologi yang tak dapat ditundukkan oleh sains, meski dengan penemuan-penemuan baru, dan bagaimana umat manusia perlu mengubah pandangannya dengan menerima (sekaligus membuka) perubahan sosial yang lebih radikal.

Foto-foto dalam “2010 year in images” juga menampilkan pelbagai aksiden. Perang di Afghanistan. Gunung vulkanik di Islandia yang meletus, mengakibatkan pembatalan beragam jadwal penerbangan  di seluruh Eropa (ingat tim Barcelona harus naik kereta menuju Milan untuk semifinal Liga Champion). Krisis ekonomi di Yunani, gempa di Chile, semburan minyak British Petroleum di Teluk Meksiko. Dan salah satu pesta akbar tahun lalu: Piala Dunia di Afrika Selatan (yang bikin Vuvuzela terkenal) dimenangkan timnas Spanyol untuk kali pertama.

Saya juga menikmati satu kutipan dari Pico Iyer, penulis kelahiran Inggris, dalam refleksi “orang-orang terkemuka bicara revolusi komunikasi.” Ia menulis:

“Kini lebih banyak telepon seluler di dunia dibandingkan manusia, hampir 10 buah untuk setiap orang di mana teknologi ini baru hadir satu dekade lalu … Kita kian punya cara untuk berkomunikasi, yang terlihat dari sekarang, dan makin kehilangan berbicara.” *

Iklan

Satu pemikiran pada “IHT Magz on Global Agenda

  1. Kutipan Pico Iyer benar adanya. Banyak orang telah surut kemampuan berbicara, salah satu alat komunikasi yang paling mendasar.

    Kini aku sering kali rindu dengan masa lalu, sebelum mengenal pager, handphone, dll 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s