Apa yang akan saya lakukan di hari pemilihan

DALAM EDISI 1, Mafalda—cewek paling kocak se-komik politik (perlukah saya sebut sedunia?)—mengatakan kalau POLITIK adalah kata jorok. Dalam usia saya melewati angka 30, tak sekalipun saya ikut pesta politik di Indonesia. Kini ada sihir baru, dalil yang dihembuskan sejak Soeharto jatuh, bahwa “Waktu Anda 5 menit di Tempat Pembuangan Pemungutan Sampah Suara menentukan NASIB BANGSA 5 tahun ke depan.” Saya tak mengira betapa beratnya jadi pemilih.

Misalnya saya jadi ibu saya (Ia kini berjalan dengan bantuan dipapah—Semoga Tuhan memberinya umur panjang dan kesembuhan), dalam seluruh hidupnya, sekali lagi, ia akan memilih seorang caleg. Dipastikan puluhan caleg telah menjanjikan macam-macam, termasuk mengaspal jalan kampung (Padahal yang dibutuhkan pelebaran sungai yang menyusut jadi selangkahan kaki dari selebar tiga perahu sewaktu saya kecil) atau telah memberinya uang. Pada hari berikutnya sesudah memilih, ia akan di rumah seraya menyembuhkan kakinya dari serangan diabetes basah. Ia akan menunggu hari rutin berobat jalan. Hingga akhir tahun (sesuai harapan saya), pelan-pelan lukanya sembuh dan kering. Dalam empat tahun ke depan ia akan melihat cucu-cucunya tak bisa lagi digendong, dan ia juga menyaksikan cucunya bertambah. Pada 2019 caleg lama dan baru akan datang lagi, menjanjikan macam-macam lagi, dan sekali lagi ia menjadi pemilih. Bangsa Memanggil Tugas 5 Menit Dalam Hidup Anda. Jangan Sia-Siakan. Mari Mencoblos. Begitulah seterusnya.

Sekarang, dalam seruan yang diulang-ulang nyaris seperti kebohongan, ibu saya menentukan Nasib Bangsa. Panggilan mulia, sebagaimana sering kita baca dari cerita pahlawan atau pecundang, datang pertama-tama bukan dari langit, tapi dari kehendak. Orang menyebutnya ambisi. Bayangkan, semua orang punya ambisi yang sama: nasib bangsa 5 tahun ke depan di tangan Anda. Saya tak mengira betapa beratnya jadi seorang pesimis.

Dua hari terakhir sebelum pemilihan caleg, didorong oleh riuh-rendah (termasuk pawai simpatisan parpol di jalan-jalan raya, tentu saja dengan menaikkan desibel suara diwakli oleh knalpot), saya mencari-cari calon saya di dapil saya untuk nanti saya akan membuang suara (mereka menyebutnya Aspirasi) lewat kotak buaya suara. Saya hanya mengenal satu nama, tetangga saya, rumah yang saya tempati adalah bekas miliknya, sebelum dijual di mana hasilnya ia pakai untuk kampanye. Istri saya menyarankan, kendati saya menimbang sudah telat banget, untuk datang ke Pak RT guna mencari tahu Cara Mendaftar Sebagai Pemilih bagi Pendaftar Penduduk Sementara. Siang ini, saya terkejut betapa dorongan untuk “memilih tidak memilih” lebih besar. Mengapa? Saya mencari-cari tahu dan saya tak punya alasan yang bagus. Namun saya justru punya bayangan Apa yang akan Saya Lakukan di Hari Pemilihan.

Saya akan bangun siang. Dini hari sebelumnya saya menonton bola. Sesudah bangun, saya akan menyapu halaman. Saya akan mencuci piring dan gelas kotor. Malam sebelumnya kami mengundang teman-teman untuk ngopi bareng di rumah. Saya akan menyaksikan sehari tanpa keramaian pencoblosan. Mungkin malam atau esoknya saya akan tahu apakah tetangga saya menangguk suara yang memberinya jalan sebagai Wakil Rakyat ke DPRD Kabupaten. Tapi sebatas penasaran. Selebihnya, seperti hal terdekat dari hidup saya, hal semacam itu kalah penting dari kucing kami apakah telah hamil atau belum. Lantas saya akan mengomel jika pemerintahan ini sungguh buruk. Saya akan diingatkan oleh Orang Paling Benar Se-Indonesia kalau saya tak berhak mengomel karena saya tak ikut mencoblos. Seharian saat pencoblosan saya sudah membayangkan kalau saya akan membaca cerita-cerita Feng Menglong (saya bahkan tak sabar untuk mengulas buku tsb).

Demikianlah. Lima tahun ke depan saya masih tak tahu saya ada di mana. Tapi Indonesia, negara-bangsa itu, masih ada di antara Samudera Indonesia dan Laut Cina Selatan. Namun, saya berharap Papua sudah memisahkan diri. Dan, sebagaimana ibu saya, mengutip Mafalda, saya sedih harus meninggalkan kehidupan buta huruf.[]

Iklan

2 pemikiran pada “Apa yang akan saya lakukan di hari pemilihan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s