Tag: George Junus Aditjondro

Fundraising untuk Biaya Pengobatan George Junus Aditjondro

Kepada kawan-kawan yang baik,

Kami dan kolega dekat keluarga George Junus Aditjondro dan Erna Tenge, serta Enrico Aditjondro, hendak galang dana guna bantu biaya pengobatan Aditjondro yang dirawat di rumahsakit Bethesda, Yogyakarta. Sejak awal Juni, Aditjondro mengalami stroke akut, langsung dibawa ke UGD dan, dalam waktu begitu cepat, menjalani operasi bedah guna mengeluarkan darah membeku di otak kecil. Kini Aditjondro dirawat di ICU kamar 10.

Dia sempat keluar dari ICU tapi cuma bertahan sehari. Kondisi tubuhnya sulit untuk stabil. Infeksi paru-paru, diabetes, jantung, memicu apa yang disebut dokter “sulit memprediksi” progresi kesembuhannya. Dia kadang membaik tapi juga, serumit selang ventilator yang ditanam di tubuhnya, bisa cepat memburuk. (lebih…)

Iklan

Gurita Cikeas!

GEORGE JUNUS Aditjondro orang yang nyentrik. Sehelai kain tenun, tersampir di lehernya, selalu menemani penampilannya. Ia lebih suka mengenakan pakaian kaos dan kemana-mana beralas sandal-sepatu. Tubuhnya gemuk dan usianya 64 tahun. Akhir November 2009, kami bertemu di sebuah hotel di Jakarta untuk persiapan kursus investigasi. Saat itu cambangnya yang lebat mengitari dagunya. Alamak! Hippies banget, batin saya.

Kami mengobrol lebih dari tiga jam sambil sarapan pagi. Saya menangkap kesan, Aditjondro orang yang menuntut lawan bicaranya untuk paham banyak hal. Salah satu bahan diskusi kami mengenai metode “concept mapping.” Ini teknik yang akan diajarkan di kelas kursus, biasa diterapkan dalam metodologi penelitian ilmu-ilmu sosial. Ia sebuah metodologi bagaimana memetakan gambaran besar tentang sebuah kasus seraya mencari akar-akar penyebabnya. Kami juga menyinggung skandal Bank Century yang memang lagi ramai jadi sorotan media. Penguasaan “concept mapping,” hemat Aditjondro, sangat diperlukan dalam melihat kasus macam skandal bail-out Bank Century dengan banyak faktor dan aktor itu.

Namun, saya tidak tahu saat itu Aditjondro tengah menyusun buku terbarunya yang sebulan kemudian menjadi kontroversi. (lebih…)