Tag: Jalan Tengah Tentara

Wasiat Terakhir

Satu jenderal belajar mengaji lalu mati.

SEWAKTU BUKUNYA MULAI naik cetak, Agus Wirahadikusuma terlihat senang. Dia membuka pintu rumah dan mengatakan kepada istrinya, ”Kalau buku saya jadi, akan bagus sekali!” Dia menunjukkan salinan buku kepada Tri Rachmaningsih. ”Tugas keluarga yang menyebarkan,” katanya, seakan-akan itu suatu wasiat.

Contoh buku yang dibawa ini masih berhalaman kosong tapi sudah bersampul. Pola-pola ukiran mushaf menghiasi bidang tengah sampul depan. Bercorak flora, bentuk simetris, dominan hijau serta garis tepi bersepuh emas. Ukiran ini membungkus judul buku Shalat, Shalawat, Doa, yang dilukis kaligrafi oleh Baiquni M. Yasin. Nama “Agus Wirahadikusuma” juga diukir dalam bentuk kaligrafi, terletak di bagian bawah dan dibikin mencekung seolah-olah tengadah. Judul buku berhuruf Latin ditempatkan di bagian atas dari ukiran tersebut. Semua itu berwarna emas. (lebih…)

Iklan