Tag: Yap Thiam Hien Award

Kenangan-kenangan Sipon

Ia telah menancapkan tekad, dan bersikukuh, bahwa selama jasad suaminya belum terlihat dengan mata kepala sendiri, maka sepanjang itu pula pencariannya tetap tiada henti.

SITI DYAH SUJIRAH bingung sendirian sepanjang perjalanan di kereta menuju Jakarta itu. Ia tak tahu mesti berkata apa kepada Saiyem dan Wito, orangtua suaminya. Ia tahu selama ini telah berbohong kepada mereka. Meskipun yang ia lakukan demi kebaikan, namun saat itu ia merasa sangat bersalah.

Sipon gamang. Terasa terdampar di persimpangan di antara dua pilihan: apakah harus ia katakan dengan jujur saat itu juga ataukah memendamnya dan membiarkan mereka mengetahuinya dari mulut orang lain. Toh, pikir Sipon, tanpa ia mengutarakan langsung, mereka sendiri akan tahu ketika hari penghargaan itu tiba, di mana untuk tujuan itulah mereka pergi ke Jakarta.

Perempuan kelahiran 21 September 1966 itu teramat mengerti jika ia mengatakannya secara jujur maka itu akan menghancurkan perasaan kedua orangtua suaminya. Bagi mereka, keberangkatan ke Jakarta saat itu untuk bertemu si anak sulung tersayang. Sebab sekian tahun mereka tak pernah bertemu. Sebab itu mereka rindu. Sangat rindu. (lebih…)

Iklan